Sari Pediatri
Vol 6, No 3 (2004)

Prevalensi Mikropenis pada Murid Taman Kanak - Kanak

Hakimi Hakimi (Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK USU/RS HAM)
Charles Darwin Siregar (Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK USU/RS HAM)
Melda Deliana (Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK USU/RS HAM)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2016

Abstract

Penis kecil yang sering dikeluhkan orang tua pada umumnya mengenai ukuranpanjangnya. Sebenarnya selain dimensi panjang penis, diameter maupun konsistensipenis perlu diperhatikan juga apakah normal atau tidak. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui ukuran penis anak usia 2-6 tahun di Kelompok Bermain dan Taman Kanakkanak.Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Data penelitian diperoleh darikunjungan pada empat Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Madya Medan yaitu TKHarapan, TK Al-Azhar, TK Al-Ikhsan, dan TK Yayasan Pendidikan ShafiyyatulAmaliyyah (YPSA) pada tanggal 16–19 Oktober 2004. Responden pada penelitian iniberjumlah 107 anak berusia 2- 6 tahun. Diagnosis mikropenis ditegakkan bila ukuranpanjang penis kurang dari -2,5 SD untuk usia tanpa disertai kelainan anatomis penissedangkan small penis adalah bila ukuran panjang penis berada di antara nilai rerata dan-2,5 SD. Dijumpai 9 anak dengan gizi lebih (>NCHS), 2 anak obesitas (IMT>P95) , 7anak gizi baik (P3- NCHS) dan 91 anak gizi kurang (<NCHS). Pengukuran tinggibadan dijumpai 2 anak perawakan tinggi (>NCHS), 3 anak perawakan pendek (<NCHS),dan 102 anak perawakan normal (P3- NCHS). Pada penelitian ini ditemui 20 kasusmikropenis (18,7%), small penis ditemukan 77 kasus (72%) sedangkan yang memilikiukuran penis normal 10 orang (9,4%).

Copyrights © 2004