Sari Pediatri
Vol 8, No 1 (2006)

Penurunan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak dengan Demam

M.M. Hapsari (Subbagian Infeksi dan Penyakit Tropis, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNDIP-RS Dr Kariadi, Semarang)
Helmia Farida (Bagian Mikrobiologi FK UNDIP-RS Dr Kariadi , Semarang)
Monique Keuter (Nijmegen University Center of Infectious Disease and International Health Department of Internal Medicine)
P.J,van den Broek (Department of Infectious Disease, Leiden University Medical Centre)
Usman Hadi (Sub Bagian Infeksi dan Penyakit Tropis Bagian Penyakit Dalam FK UNAIR-RS Dr Soetomo, Surabaya.)
Herawati Y (Subbagian Infeksi dan Penyakit Tropis, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNDIP-RS Dr Kariadi, Semarang)
Anggoro DB Sachro (Subbagian Infeksi dan Penyakit Tropis, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNDIP-RS Dr Kariadi, Semarang)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2016

Abstract

Latar belakang. Resistensi antibiotik saat ini menjadi problem dunia yang mencemaskan.Penggunaan antibotik secara berlebihan dan tidak rasional merupakan kontributor utamaterjadinya resistensi antibiotik. Upaya mengubah pola peresepan antibiotik menjadi lebihrasional merupakan hal yang tidak mudah.Tujuan. Memperbaiki kuantitas dan kualitas penggunaan antibiotik pada pasien yangdirawat dengan demam, serta mengevaluasi dampak terhadap morbiditas dan mortalitas.Metoda. Penelitian prospektif intervensi di bangsal anak RS Dr Kariadi, Juli 2003 -Desember 2004, dibagi menjadi 4 periode yaitu periode awal, penyusunan pedoman,pelatihan, dan umpan balik. Pada periode awal dilakukan pengambilan data dasar. Padaperiode penyusunan pedoman dilakukan konsensus untuk menyusun pedoman penggunaanantibiotik pada anak dengan demam. Periode pelatihan adalah sosialisasi dan pelatihankepada dokter. Pada periode pascapelatihan dilakukan umpan balik terhadap pesertapelatihan. Subyek penelitian adalah semua pasien usia >1 bulan yang dirawat dengandemam> 38ºC (rektal) dalam 24 jam pertama perawatan, kecuali yang diketahui menderitaHIV/AIDS atau neutropeni karena kemoterapi. Data penggunaan antibiotik diambil daricatatan medik, diamati selama 6 hari pertama perawatan. Data morbiditas dan mortalitasdiamati sampai pasien keluar dari rumah sakit. Uji statistik menggunakan X 2 dan Anova.Hasil. Terdapat penurunan kuantitas penggunaan antibiotik dan peningkatan kualitaspenggunaan antibiotik secara bermakna (p=0.000 dan p=0,000). Penurunan kuantitasantibiotiok terutama disebabkan pengurangan penggunaan antibiotik yang tidakdiperlukan. Tidak terdapat perbedaan lama rawat dan lama demam (p=0.96 dan p=0.32)dan tidak terdapat perbedaan kematian selama periode pengamatan.Kesimpulan. Dengan pedoman yang baik, penggunaan jumlah antibiotik dapatditurunkan tanpa meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas.

Copyrights © 2006