Sari Pediatri
Vol 15, No 6 (2014)

Pengaruh Intervensi Konseling Feeding Rules dan Stimulasi Terhadap Status Gizi dan Perkembangan Anak di Posyandu Kabupaten Jayapura

Darwati Darwati (Staf Balai Pelatihan Tenaga Kesehatan Provinsi Papua di Abepura-Jayapura)
Maria Mexitalia (Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/RSUP Dr. Kariadi Semarang)
Soemedi Hadiyanto (Widyaiswara Balai Pelatihan Tenaga Kesehatan Provinsi Papua di Jayapura)
Fitri Hartanto (Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/RSUP Dr. Kariadi Semarang)
S.A. Nugraheni (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang)



Article Info

Publish Date
09 Nov 2016

Abstract

Latar belakang. Kesulitan makan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan gagal tumbuh dan keterlambatan perkembangan anak.Tujuan. Mengkaji dampak intervensi (konseling gizi dengan metode feeding rules dan stimulasi) terhadap status gizi dan perkembangan anak di Posyandu Kabupaten Jayapura.Metode. Penelitian quasi experiment pre post test group dilakukan pada anak usia 6-24 bulan dengan kesulitan makan, di 6 Posyandu Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura. Konseling dengan metode feeding rules dan stimulasi dengan SDIDTK (Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang) selama 4 bulan (Agustus-Desember 2012), diberikan oleh kader Posyandu terlatih kepada ibu /pengasuh dan anaknya. Status gizi setelah intervensi diukur berdasarkan skor WAZ (Weight for Age z-score), HAZ (Height for Age z-score), dan WHZ (Weight for Height z-score) sedangkan perkembangan diukur dengan data skor KPSP (kuesioner pra skrining perkembangan) diuji dengan menggunakan uji t berpasangan dan uji Wilcoxon.Hasil. Subyek berjumlah 119 anak (58,8% laki-laki), 83,2% di antaranya mengalami kesulitan makan kategori inappropriate feeding practice. Peningkatan bermakna skor WAZ -0,59 (SB 0,93) menjadi -0,45 (SB 0,66) (p=0,010), HAZ -0,59 (SB 1,01) menjadi -0,49 (SB 0,83) (p=0,021), dan WHZ -0,38 (SB 0,94) menjadi -0,28 (SB 0,77) (p=0,014), dan skor KPSP dari 8,76 (SB 1,00) menjadi 9,11 (SB 0,72) (p=0,002) antara sebelum dan sesudah intervensi.Kesimpulan. Terdapat peningkatan secara bermakna status gizi dan perkembangan pada anak dengan kesulitan makan usia 6-24 bulan setelah diberikan konseling gizi dengan metode feeding rules dan stimulasi SDIDTK selama 4 bulan di Posyandu.

Copyrights © 2014