Sari Pediatri
Vol 17, No 6 (2016)

Pola Resistensi Bakteri Penyebab Sepsis Neonatorum di Instalasi Perawatan Neonatus RSUD Arifin Achmad Riau

Nazardi Oyong (Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad, Pekanbaru)
Dewi Anggraini (Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad, Pekanbaru)
Karina Karina (Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad, Pekanbaru)



Article Info

Publish Date
14 Oct 2016

Abstract

Latar belakang. Sepsis neonatorum masih menjadi kendala utama di bidang pelayanan dan perawatan neonatus. Diperlukanpemberian antibiotik empirik yang tepat dapat menurunkan angka kematian. Namun, terapi empirik yang tepat harus berdasarkanpola resistensi di tempat tersebutTujuan. Mengetahui pola resistensi bakteri dari kultur darah pasien sepsis neonatal.Metode. Desain penelitian deskriptif retrospektif. Semua data hasil kultur dan uji resistensi antibiotik dari spesimen darah neonatustersangka sepsis yang dirawat di Instalasi Perawatan Neonatus RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau periode Januari sampai Desember2014 dimasukkan dalam penelitian.Hasil. Didapatkan 568 pemeriksaan kultur darah neonatus yang diduga sepsis, dengan hasil kultur darah positif 196 (34,51%).Mikroorganisme terbanyak yang ditemukan yaitu Coagulase negative Staphylococci (CoNS) (29,08%), Candida sp (15,21%), B. cepacia(12,76%), A. baumanii (9,18%) dan K. pneumoniae (8,16%). Bakteri Gram positif paling sensitif dengan vancomycin dan linezolid,sedangkan bakteri Gram negatif paling sensitif dengan meropenem, amikacin dan tigecycline.Kesimpulan. Hasil kultur darah positif adalah 34,5%. Mikroorganisme yang paling banyak yaitu Coagulase negative Staphylococci,Candida sp, B. cepacia, A. baumanii dan K. pneumoniae. Bakteri Gram positif paling sensitif dengan vancomycin dan linezolid. BakteriGram negatif paling sensitif dengan meropenem, amikacin dan tigecycline

Copyrights © 2016