Di era globalisasi dan disrupsi teknologi yang semakin cepat, persaingan bisnis semakin sengit. Tekanan untuk meraih pertumbuhan pesat dan profitabilitas tinggi mendorong perusahaan mengambil langkah-langkah yang berisiko, baik dalam investasi maupun operasional. Jika dibandingkan dengan era sebelumnya, di mana siklus bisnis cenderung lebih stabil, lanskap bisnis saat ini jauh lebih dinamis dan penuh ketidakpastian. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, kondisi financial distress atau kesulitan keuangan menjadi semakin relevan. Kondisi di mana perusahaan mengalami penurunan kinerja keuangan secara signifikan dan berkelanjutan ini dapat mengancam kelangsungan hidup perusahaan jika tidak segera ditangani. Financial distress merupakan salah satu berita buruk dalam laporan keuangan di mana kondisi perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan atau sedang krisis.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan likuiditas terhadap financial distress pada perusahaan. Profitabilitas diukur melalui efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba, leverage mencerminkan ketergantungan pada utang, dan likuiditas mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas yang tinggi dapat mengurangi risiko financial distress, sementara leverage yang tinggi cenderung meningkatkan risiko tersebut jika tidak dikelola dengan baik. Likuiditas yang sehat terbukti mampu membantu perusahaan menghindari kesulitan keuangan. Temuan ini memberikan wawasan yang relevan bagi manajemen perusahaan untuk memitigasi risiko financial distress dan meningkatkan stabilitas finansial. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk memperluas variabel yang dianalisis, serta menerapkan metode analisis yang lebih kompleks untuk meningkatkan prediksi kondisi keuangan perusahaan.
Copyrights © 2024