Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan terbesar di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia menduduki peringkat ke-6. Namun, belakangan ini produksi kakao di Indonesia mulai menurun. Faktor yang menjadi penghambat produksi kakao di Indonesia, yaitu pengelolaan kebun kakao yang tidak sesuai dengan Good Agriculture Practices (GAP). Budidaya turun temurun, masih sering dilakukan petani di Indonesia, termasuk petani kakao di Desa Karunia. Pengelolaan kebun kakao sesuai GAP budidaya kakao, akan berdampak pada produktivitas kebun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengukur implementasi adopsi dan inovasi pengelolaan kebun kakao di Desa Karunia. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi lapang, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, adopsi inovasi yang diterapkan petani kakao di Desa Karunia meliputi pembuatan rorak, pembuatan pestisida nabati, dan sambung samping.
Copyrights © 2024