Aktivitas wisata alam semakin diminati salah satunya wisata gua. Wisata gua menampilkan formasi eksokarst dan endokarst, wisata gua tetap memiliki potensi bahaya yang menimbulkan kecelakaan/ kerugian bagi pengunjung. Potensi bahaya bersumber dari fisik, biologi, dan aktivitas manusia. Manajemen risiko diperlukan untuk mengurangi potensi kerugian pengelola dan pengunjung. Penelitian ini bertujuan menyusun manajemen bahaya di wisata Gua Purworejo dan sekitarnya dengan tahapan menginventarisasi dan menganalisis potensi bahaya fisik, biologi, dan aktivitas manusia melalui studi kasus di Gua Seplawan Purworejo yang dianalis dengan modifikasi panduan UNEP 2008 dan NSPA 2008. Potensi bahaya fisik area eksokarst meliputi tangga licin dan tanah longsor, tidak ditemukan bahaya biologis. Potensi bahaya fisik endokarst meliputi jalan licin, tanah lumpur, banjir, stalaktit rendah, lorong sempit, dan suhu kelembapan tinggi; bahaya biologi endokarst yaitu kelelawar dan guano; bahaya aktivitas manusia di kedua area yaitu membawa beban berlebih, berlari di tangga, memasuki gua ketika hujan, menginap di gua, tidak menggunakan perlengkapan gua, dan mendekati tepi jurang. Manajemen risiko yang diterapkan berupa edukasi bahaya wisata gua kepada pemandu dan pengunjung agar mempersiapkan diri, penambahan tali pengaman sepanjang jalur susur gua untuk keamanan pengunjung, pemasangan papan peringatan bahaya di area berbahaya seperti area stalaktit rendah, lorong sempit, tanah berlumpur, banjir, dan hunian kelelawar.
Copyrights © 2024