Latar belakang penelitian ini adalah Film Ngeri-Ngeri Sedap menceritakan tentang kerinduan Mak Domu dan Pak Domu terhadap anak-anak nya yang berada di rantau. Film ini berlatar belakang suku Batak dengan konflik komunikasi keluarga yang masih mengutamakan peran gender yang di atur secara jelas dalam rumah tangga yang mengakibatkan adanya ketimpangan sosial terhadap peran perempuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori John Fiske. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam film Ngeri-Ngeri Sedap terdapat ketimpangan sosial terhadap peran Ibu dan Ayah, dimana dalam keluarga Batak peran Ayah dianggap sangat dominan sebagai penentu keputusan, Sedangkan Ibu harus dituntut untuk selalu menerima. Namun pada akhirnya peran komunikasi Ibu mampu mengalahkan ketimpangan yang terjadi pada keluarganya. Bentuk level yang terdapat dalam film dianalisis sesuai dengan semiotika Jhon Fiske yaitu level realitas yang dinilai dari segi penampilan, level representasi dari segi kode kamera, dan level ideologi yang ditemukan yaitu patriariki. Peran komunikasi Ibu yang terdapat dalam film ini yaitu informatif, persuasive dan coersif.
Copyrights © 2024