Artikel ini membahas historiografi Islam awal di Indonesia, dengan fokus pada kontribusi Hamzah Fansuri sebagai tokoh sufi terkemuka. Karya-karyanya mencerminkan integrasi tasawuf dengan budaya lokal, termasuk melalui konsep Wahdat al-Wujud yang menekankan kesatuan manusia, alam, dan Tuhan. Historiografi ini, terutama dalam tradisi sufi, menekankan pemberian makna bagi komunitas Muslim, serupa dengan pendekatan historiografi abad pertengahan Eropa yang memadukan unsur fiksi untuk memperkuat pesan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kepustakaan, menganalisis karya dan pemikiran Hamzah Fansuri dalam konteks sinkretisme dengan tradisi Hindu-Buddha. Artikel ini juga mengkaji kritik Nuruddinal-Raniri terhadap ajaran Wujudiyah Hamzah, yang mencerminkan tantangan interpretasi sufistik dalam budaya lokal. Melalui studi ini, ditemukan bahwa tasawuf berperan sentral dalam historiografi Islam di Indonesia, memberikan wawasan tentang dinamika pemikiran sufistik, budaya, dan filsafat pada masa awal Islamisasi diNusantara
Copyrights © 2024