Evolusi historiografi Indonesia merepresentasikan dinamika perkembangan cara pandang pada sejarah, sumber, dan tujuan penulisannya, yang berkembang dari tradisional hingga modern. Historiografi tradisional ditandai oleh pengaruh religio-magis, mitologi, dan tradisi lisan, dengan fokus pada pedoman moral dan nilai budaya. Pada masa kolonial, historiografi bercorak Neerlandosentris, memprioritaskan peran kolonial dan meminggirkan sejarah pribumi. Setelah kemerdekaan, historiografi nasional hadir sebagai antitesis kolonial, menonjolkan pendekatan Indonesia-sentris dan semangat nasionalisme. Selama Orde Baru, penulisan sejarah bersifat sentralistik, menekankan legitimasi negara dan militer. Pasca-Reformasi, historiografi Indonesia bertransformasi menuju desentralisasi dan pluralisme perspektif, mencerminkan dinamika sosial-politik yang beragam.
Copyrights © 2024