Komunikasi antarpribadi jarak jauh menjadi penting dalam menjaga hubungan antara indivdu yang terpisah oleh jarak. Seperti yang terjadi di Kampus Politeknik LP3I Bandung, banyak mahasiswa dan mahasiswi yang merantau, serta berkomunikasi jarak jauh dengan anggota keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komunikasi antarpribadi jarak jauh, media komunikasi yang digunakan, perubahan kebiasaan dan komunikasi saat merantau, hambatan, serta solusinya. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan data dari hasil wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek penelitian ini melibatkan 3 (tiga) orang mahasiswi, dan 2 (dua) orang mahasiswa yang berasal dari luar pulau Jawa dengan Program Studi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya efektivitas komunikasi antarpribadi jarak jauh, terdapat adanya keterbukaan yang ditunjukkan oleh orangtua lebih menonjol dibanding responden, kemudian rasa empati mendalam yang dirasakan orangtua jauh lebih besar dibanding responden, dan adanya sikap orangtua selalu mendukung responden di setiap kegiatannya, yang membuat responden semangat dan selalu mengingat nasihat orangtuanya, kemudian sikap positif yang diberikan orangtua sudah cukup baik karena memberikan kepercayaan diri dan menunjukkan kasih sayang terhadap responden, serta sikap kesetaraan kepada responden dalam hal berpendapat. Terkait media komunikasi antarpribadi jarak jauh yang digunakan semua responden sepakat menggunakan Smartphone yang dimana semuanya memakai aplikasi dan media sosial, yang di gunakan ialah media komunikasi WhatApp serta Instagram. Mengenai penyesuaian pribadi dan komunikasi, semua responden menyatakan perlunya adaptasi yang signifikan terhadap gaya hidup virtual baru, beralih dari interaksi langsung ke interaksi virtual.
Copyrights © 2024