Mejuajua
Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024

WEDANG KELOR: POTENSI EKONOMI DESA BADES SEBAGAI MINUMAN PENUNJANG IMUN TUBUH DAN PENCEGAH STUNTING

Nurul Lathifah (Unknown)
Inamullah Ghozdawani Wijaya, Olaf (Unknown)
Aissyah, Amelia (Unknown)
Akbar Putra Pradana, Reyvaldo (Unknown)
Kamila Eka Anugrah, Yasmin (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Dec 2024

Abstract

Indonesia masih menghadapi permasalahan tingginya prevalensi stunting, dengan angka prevalensi sebesar 21,6% pada tahun 2022. Desa Bades di Kabupaten Lumajang merupakan salah satu daerah dengan angka stunting yang tinggi. Desa ini terkenal dengan banyaknya tanaman kelor yang tumbuh di desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan daun kelor sebagai minuman (wedang kelor) yang bermanfaat sebagai minuman suportif dalam mencegah stunting dan minuman ini juga bisa memberikan potensi ekonomi desa. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) yang memanfaatkan kekayaan lokal berupa daun kelor dan melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa daun kelor di Desa Bades sangat melimpah dan memiliki kandungan gizi yang tinggi yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan menunjang kesehatan dalam pencegahan stunting. Sosialisasi produk dilakukan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan hasil yang positif. Wedang kelor terbukti efektif dalam menunjang imunitas, kesehatan serta diterima baik oleh masyarakat. Wedang kelor dapat menjadi solusi pencegahan stunting dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pedesaan.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

mejuajua

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Public Health Other

Description

Health, welfare based on local wisdom, design and application of appropriate technology, the application of effective communication and learning methods and related ...