Angka baduta wasting di wilayah Puskesmas Karangdoro 5,4% berhubungan dengan pola asuh praktikpemberian makan, kebersihan diri, pengasuhan psikososial, dan perawatan kesehatan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan status gizi bayi dua tahun (baduta). Penelitiananalitik desain cross sectional dilakukan terhadap 53 baduta sampel yang dipilih secara acak sederhana.Pola asuh diukur dengan wawancara menggunakan kuesioner, data berat dan panjang badan didapat dariposyandu. Hubungan variabel dianalisis dengan Rank Spearman test. Hasil penelitian menunjukkan,berdasarkan BB/PB 79,2% baduta gizi baik, 17,0% gizi kurang dan 3,8% gizi lebih/obesitas. BerdasarkanBB/U 77,4% baduta normal, 22,6% BB kurang dan sangat kurang. Rata-rata skor pola asuh praktikpemberian makan 75,85, ±22,31, kebersihan diri 88,21, ±7,92, perawatan kesehatan 90,0, ±11,60, danpengasuhan psikososial 91,82, ±11,6. Tidak ada hubungan pola asuh pemberian makan dengan BB/U (p =0,205) dan BB/PB (p = 0,093), Tidak ada hubungan pola asuh kebersihan diri dengan BB/U (p = 0,496)dan BB/PB (p = 0,156). Tidak ada hubungan pola asuh pengasuhan psikososial dengan BB/U (p = 0,353)dan BB/PB (p = 0,079). Tidak ada hubugan pola asuh perawatan kesehatan dengan BB/U (p = 0,131) danBB/PB (p = 0,376). Kesimpulannya tidak ada hubungan pola asuh ibu dengan status gizi baduta. Kata Kunci : baduta. Pola asuh, status gizi.
Copyrights © 2024