Pemanfaatan kacang hijau (Vigna Radiata L.) di Indonesia telah banyak dilakukan, salah satunya yaitu “tauge” germinasi kacang hijau. Germinasi kacang hijau memiliki kadar air yang tinggi sehingga untuk memperpanjang umur simpannnya, maka mengembangkannya menjadi tepung. Tahapan penelitiannya yaitu pengujian komposisi bahan baku. Kemudian pembuatan tepung kacang hijau germinasi menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu lama germinasi (0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam) dan penggunaan jenis air leri, (air leri pertama, air leri kedua) dengan 2 kali ulangan kemudian dilakukan pengujian fisikokimia meliputi kadar air, kadar protein, kadar serat, aktivitas antioksidan, kadar asam fitat dan densitas kamba. Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan Analysis of Variances (ANOVA), apabila terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5% (p≤0,05). Hasil menunjukkan bahwa pada tidak terdapat interkasi nyata dua faktor pada karakteristik fisikokimia tepung kacang hijau germinasi . Lama germinasi berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisikokimia tepung kacang hijau germinasi, akan tetapi perbedaan jenis air leri tidak berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisikokimia tepung kacang hijau germinasi. Dan perlakuan terbaik dengan metode de garmo yaitu perlakuan L4M2.
Copyrights © 2024