Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh inflasi, suku bunga, dan nilai tukar terhadap harga saham. Tingkat inflasi sebagai indikator diambil dari laporan inflasi yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik, sementara suku bunga diukur dengan menggunakan BI Rate yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Nilai tukar yang dijadikan indikator adalah nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD). Harga saham yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga penutupan (closing price). Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan sampel PT Indo Tambangraya Megah Tbk dan periode pengamatan dari tahun 2013 hingga 2023. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inflasi memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham, suku bunga memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap harga saham, dan nilai tukar memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Secara simultan inflasi, suku bunga dan nilai tukar berpengaruh terhadap harga saham.
Copyrights © 2024