Peserta didik memerlukan keterampilan berpikir untuk menaikkan kualitas pendidikan di Indonesia. Berpikir kritis merupakan tuntutan pendidikan meliputi mengambil hipotesis rasional dari kegiatan mengkaji situasi, fenomena, pertanyaan, maupun masalah. Salah satu cara untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis adalah dengan metode pembelajaran PBL. Model penelitian memakai model 4D terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Metode pengumpulan data yaitu observasi, angket, dan tes. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi, angket respons, lembar pengamatan, dan lembar pretest dan postest. Data di analisis dua dosen biologi dan guru biologi kemudian dihitung berdasarkan skala likert 1-4. E-Modul yang dikembangkan sangat valid dengan hasil validitas memperoleh persentase 89,5% dan 93,2%. Kepraktisan E-Modul dianalisis berdasarkan hasil angket respons peserta didik dan hasil keterlaksanaan pembelajaran oleh observer yang kemudian dihitung menggunakan skala guttman 0-1 yang memperoleh persentase sebesar 97,2% dan didukung hasil pengamatan kegiatan peserta didik mendapat persentase sebesar 94,2%. Analisis keefektifan E-Modul ditinjau dari hasil keterampilan berpikir kritis dan hasil pengerjaan E-Modul kemudian dihitung menggunakan skor Gain dan mendapatkan skor 0,60 dengan kriteria sedang. Data disimpulkan E-Modul berbasis PBL pada materi keanekaragaman hayati untuk melatih keterampilan berpikir kritis adalah sangat valid, sangat praktis, dan efektif dalam melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
Copyrights © 2024