Sejak peluncurannya pertama kali di tahun 1983, parfum dengan label Salvador Dali hingga saat ini masih digemari dan banyak dicari. Sesuai dengan labelnya, desain botol parfum ini dibuat oleh Salvador Dali, seorang pelukis surealis multitalenta yang menguasai berbagai kesenian lainnya, termasuk dunia pembuatan parfum. Di era digital, di saat maraknya penjualan dilakukan secara online, estetika dan makna desain botol parfum adalah sangat penting karena harus mampu mewakili identitas wewangian yang ada di dalamnya, karena konsumen hanya dapat memaknai wewangian dari visual kemasannya saja. Padahal konsumen tidak akan membeli suatu wewangian apabila mereka tidak memahaminya. Penelitian ini dilakukan untuk melihat makna tanda di balik kekhasan botol parfum Salvador Dali dengan metode kualitatif melalui pendekatan semiotika trikotomi Charles Sanders Pierce, yaitu interpretan, representamen, dan objek. Penelitian dibatasi pada desain botol parfum yang di luncurkan pertama kali di tahun 1983, dan tidak termasuk cairan parfum yang diwadahinya. Data diperoleh dari berbagai literasi yang berkaitan dengan objek dan teori yang dipakai. Dari penelitian ini didapatkan hasil dan kesimpulan bahwa botol parfum Dali tidak hanya digunakan sebagai wadah cairan parfum, melainkan juga berfungsi menyampaikan makna berupa konsep cinta, keindahan perempuan, dan kemewahan.
Copyrights © 2024