Meski Indonesia memiliki ras dan suku dengan warna kulit yang beragam, preferensi masyarakat Indonesia terhadap figur bayi cenderung menyukai tampilan tubuh bayi yang putih. Representasi tersebut kini banyak ditemui dalam konten TikTok Indonesia. Aplikasi TikTok merupakan jejaring sosial asal Tiongkok yang memungkinkan pengguna untuk memproduksi dan membagikan video pendek dengan berlatar musik. Tren bayi-bayi putih yang banyak muncul di media Indonesia khususnya TikTok merupakan gejala menarik dan belum banyak dibahas dalam ranah kajian media. Penelitian ini berfokus pada konten bayi di enam akun TikTok Indonesia pada tahun 2022 dengan menggunakan teori Psikoanalisis Jaques Lacan yang khas tentang subjek unconscious dan mirror stage. Akun yang diteliti antara lain @khoirurosida, @fifialediayahya, @elysasigita, @mamaairan, @ibumuda0506, dan @azzuralluratwins, dipilih berdasarkan kesamaan jenis postingan. Pada penelitian ini, para pemilik akun TikTok adalah subjek-subjek yang berkekurangan (lack) dalam melewati mirror stage. Lack itulah yang kemudian memunculkan hasrat subjek. Praktik pendisiplinan tubuh bayi dalam postingan subjek merupakan materialisasi hasrat dalam tatanan symbolic untuk menutupi lack dan memuaskan hasrat rekognisi subjek, namun praktik ini kemudian berubah menjadi malapetaka sadisme/masokisme dalam ketundukan subjek terhadap the law of the father dan the Big Other. Sehingga fenomena bayi putih di media Tiktok dapat dimaknai pula sebagai praktik kekejaman pada bayi yang sedang menyamar menjadi tontonan yang ‘aman’
Copyrights © 2024