Penelitian ini dilatarbelakangi pentingya penerapan eco office sebagai wujud partisipasi kantor dalam mencegah kerusakan lingkungan. Aktivitas kantor setiap hari menggunakan listrik, air, dan menghasilkan timbulan sampah yang memberi andil pada kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian untuk menghasilkan strategi penerapan eco office yang sesuai dengan kebutuhan pemecahan masalah di lapangan. Metodologi penelitian mengadopsi pendekatan campuran kualitatif-kuantitatif. Pendekatan kualitatif untuk memotret dan mendeskripsikan kondisi existing penerapan eco office di lapangan. Pendekatan kuantitiatif untuk mengukur tingkat pemahama eco office para pengelola kantor. Metode analisis data menggunakan analisis data deskriptip dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan kondisi existing penerapan eco office di lingkungan perangkat daerah (PD) propinsi Jawa Barat belum dilaksanakan dengan baik. Hal ini ditandai dengan belum adanya kebijakan penerapan eco office, belum diterapkannya gedung berwawasan lingkungan, aktivitas kantor yang kurang ramah lingkungan, serta masih rendahnya pengetahuan eco office pengelola kantor. Hasil analisis SWOT merekomendasikan strategi W-O (Weaknesses-Opportunities), yaitu fokus pada pebaikan kelemahan untuk mewujudkan peluang. Untuk memperbaiki kelemahan dihasilkan empat pendekatan, yaitu : membuat Pergub eco office, pendekatan Budaya Organisasi, Pelatihan Eco Office bagi Pengelola Kantor, Kerjasama antar PD, serta menerapkan mekanisme imbalan dan Sanksi.
Copyrights © 2024