Masyarakat perkotaan seringkali mengalami penurunan kualitas hidup sehari-sehari akibat kesibukan yang dialaminya, seperti misalnya padatnya jadwal bekerja, kurangnya waktu interaksi sosial, tidak seimbangnya kegiatan menghubungkan diri dengan Pencipta (spiritualitas). Salah satu kegiatan menyeimbangkan kesibukan ini adalah dengan kegiatan yang terhubung dengan alam seperti berkebun. Berkebun di perkotaan dikenal dengan nama program pertanian kota . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi kasus dengan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Beberapa kendala di lapangan antara lain kurangnya kesadaran masyarakat, keterbatasan fasilitas, dan tantangan cuaca ekstrem. Solusi yang diusulkan mencakup pemberdayaan komunitas, peningkatan fasilitas, serta sistem pengendalian iklim dan rantai pasokan yang lebih baik.
Copyrights © 2024