Latar Belakang: Memenuhi kebutuhan tidur tidak hanya diukur dalam jumlah tetapi juga dalam kualitas. Problem tidur terjadi pada sekitar 44,2% bayi di Indonesia. Masalah tidur ini dapat berlanjut hingga balita dan usia sekolah, yang dapat menunjukkan masalah perilaku dan tidur di masa depan.Metode: Metode penelitian yang diterapkan adalah quasy eksperimen dengan pra eksperimen satu grup pretest-posttest. Maksud riset ini untuk menentukan apakah pijatan bayi mempengaruhi kualitas tidur bayi. 47 bayi yang berusia antara 3 dan 11 bulan, dan 30 di antaranya diambil sebagai sampel purposive. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon.Hasil: Temuan penelitian usia 3 dan 11 bulan, jumlah bayi tertinggi adalah 6 (18,2%) di usia 5 bulan, dan mayoritas adalah laki-laki. Ada pengaruh baik sebelum maupun sesudah pijatan bayi, menurut tingkat signifikansi p value, 0,000 <0,05.Kesimpulan: Bahwa pijatan bayi berdampak pada kualitas tidur bayi. Oleh karena itu, ibu harus dididik tentang pijatan bayi dan cara menaikan kualitas tidur bayi mereka.
Copyrights © 2024