Karantina menjadi hal yang penting dalam upaya-upaya pencegahan penularan virus dewasa ini. Pemberlakuan karantina, baik secara individu hingga sosial beriringan dengan perkembangan kasus infeksi Covid-19 secara kuantitatif. Namun, permasalahannya, pemberlakuan karantina juga diiringi oleh stigmatisasi terhadap penderita yang sedang dalam masa karantina maupun penyintas yang telah melewati masa-masa tersebut. Stigmatisasi negatif tersebut diawali maupun juga berujung pada miskonsepsi terkait terminologi karantina itu sendiri di masyarakat awam. Orang-orang percaya pun tak terlepas dari misskonsepsi serta stigma-stigma tersebut, dan bahkan, seringkali menggunakan dasar-dasar rohani untuk melegitimasi misskonsepsi mereka. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana sebenarnya konsep karantina telah dibahas ribuan tahun sebelum masehi dalam Alkitab. Tuhan telah menggunakan hukum karantina, seperti yang termaktub dalam Imamat 13 untuk menegaskan bagaimana kasihNya terekspresikan kepada umatNya. Bagaimana bentuk konsep karantina yang diberikan oleh Tuhan untuk mengatur kesehatan sosial, fisik, dan spiritual umatNya dalam Imamat 13?
Copyrights © 2024