Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal
Vol 3 No 3 (2024): Kabuyutan, Nopember 2024

KRISIS KETELADANAN DALAM PERIBAHASA SUNDA “CAI TI HILIR MAH KUMAHA TI GIRANGNA”

Permadi, R. Yudi (Unknown)
Sofyan, Agus Nero (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Nov 2024

Abstract

Tulisan yang bertopik krisis keteladanan dalam peribahasa Sunda “ Cai ti hilir mah kumaha ti girangna” ini merupakan gambaran sifat manusia yang mengalami krisis keteladanan. Krisis keteladanan yang terjadi diakibatkan oleh tidak adanya suri teladan dari para pemimpin atau penguasa yang seharusnya menjadi anutan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif deskriptif. Peribahasa merupakan objek penelitian yang mengandung nilai-nilai kehidupan dan dapat dijadikan sebagai norma bagi masyarakat untuk dilaksanakan. Nuilai-nilai yang terkandung di dalam peribahasa selanjutnya akan dideskripsikan sehingga makna peribahasa tersebut menjadi terang benderang. Adapun makna yang terungkap dalam peribahasa “Cai ti hilir mah kumaha ti girangna” yaitu krisis keteladanan yang terjadi pada seorang pemimpin/penguasa akan berdampak serupa pada rakyat atau masyarakatnya.. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa keteladanan merupakan cara yang ideal bagi seorang pemimpin/penguasa untuk dicontoh oleh rakyatnya.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

kabuyutan

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Library & Information Science

Description

KABUYUTAN Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal, yang menjembatani pemikiran-pemikiran kritis menyangkut kearifan lokal tinggalan budaya masa lampau, termasuk di dalamnya kemanusiaan, yang mengedepankan manusia sebagai insan bermartabat dan berbudaya. Filologi secara ...