PT XYZ merupakan pemasok tinta packaging dengan model business to business dengan sumber revenue dari tiga pelanggan utama. Tantangan yang dihadapi perusahaan adalah rendahnya tingkat pengiriman tepat waktu akibat penerimaan 17,62% pesanan dengan permintaan lead time yang lebih singkat dari yang bisa PT XYZ tawarkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan adalah peningkatan kapasitas produksi. Untuk menyelesaikan pesanan pelanggan, perusahaan menggunakan aliran produksi job-shop yang melibatkan antrean pesanan. Pendekatan simulasi kejadian diskrit digunakan untuk menentukan jumlah sumber daya produksi untuk meningkatkan performa pengiriman tepat waktu ke target perusahaan yaitu 95%, dalam kondisi pesanan standar. Skenario rekomendasi perbaikan adalah penambahan 2 teknisi lab dan 3 mixer kecil serta pengurangan 1 pekerja produksi. Pada kondisi standar, rekomendasi perbaikan dapat menyelamatkan pemasukan bulanan perusahaan sebesar rata-rata Rp 2.022.938.750 akibat peningkatan persentase pengiriman tepat waktu dari 54,60% menjadi 95,61%. Pada kondisi peak order, rekomendasi perbaikan dapat menyelamatkan pemasukan bulanan perusahaan sebesar rata-rata Rp 3.718.196.250 akibat peningkatan persentase pengiriman tepat waktu dari 33,82% menjadi 90,90%. Skenario perbaikan membutuhkan biaya tetap sebesar Rp 1.052.000.000 dan mengakibatkan peningkatan rata-rata total biaya variabel sebesar Rp 7.701.507 pada kondisi standar dan Rp 6.670.275 ketika peak order. Rekomendasi solusi menghasilkan NPV yang lebih besar dibandingkan kondisi awal sehingga layak diimplementasikan.
Copyrights © 2024