Hubungan Internasional adalah bidang yang sering mereproduksi dan mempertahankanmaskulinitas, yang biasanya direpresentasikan melalui karakteristik fisik dan kekuasaan. Namun,budaya populer kini memainkan peran signifikan dalam membentuk representasi identitas gender.Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial, konsep feminisme postmodern, konsep budayapopuler, dan konsep soft masculinity sebagai kerangka analisis. Penelitian ini bersifat deskriptifkualitatif, dengan metode wawancara dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa narasumber mengamati adanya konstruksi sosial yang berbeda dimasyarakat Indonesia terkait fenomena soft masculinity, yang dipengaruhi oleh interaksi merekadengan budaya K-Pop Korea Selatan, khususnya melalui tindakan NCT 127. Dari analisis jawabanresponden, dapat disimpulkan bahwa aspek fisik, visual, kepribadian, dan perilaku NCT 127memberikan pandangan baru terhadap konsep maskulinitas. Kesenjangan konsep gender antaraIndonesia dan Korea Selatan cukup besar, sehingga tampilan soft masculinity yang dibawakan olehNCT 127 dianggap sebagai hal yang tidak biasa di Indonesia, dan menawarkan perspektif barumengenai maskulinitas.
Copyrights © 2024