Kebutuhan bermain justru dapat berujung pada jenis permainan yang tidak mendukung perkembangan remaja. Adanya perasaan coba-coba atau pencarian sensasi mengundang rasa penasaaran remaja yang di munculkan dalam bentuk sikap. Remaja memiliki sikap positif terhadap perjudian telah di identifikasi sebagai awal peningkatan prevalensi remaja yang berpotensi pada perjudian yang bermasalah hingga kemungkinan akan masalah kesehatan mental. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pencarian sensasi dengan perilaku perjudian pada remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi remaja sebanyak 594 siswa di SMPN Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan teknik sampling yakni total sampling. Instrumen penelitian yakni kuesioner sosiodemografi, kuesioner Arnett Inventory of Sensation Seeking (AISE), kuesioner Gambling Symptom Assessment Scale (G-SAS). Analisis bivariat menggunakan uji pearson product moment. Pencarian sensasi remaja rata-rata 50,16(5,44) yang artinya remaja memiliki kecenderungan besar dalam pencarian sensasi. Melaporkan mayoritas perilaku perjudian remaja dalam level ringan sebanyak 379(63,8%), dimana tidak ada perilaku perjudian dalam level sangat berat. Temuan utama dalam penelitian ini melaporkan tidak terdapat hubungan antara pencarian sensasi dengan perilaku gambling. Namun secara statistik, riwayat keluarga berjudi dan konsumsi alkohol/rokok memiliki hubungan dengan perilaku perjudianKata kunci: Pencarian sensasi; Perjudian; Remaja; Sekolah
Copyrights © 2024