The Global Initiative Against Transnational Organized Crime (The Global Initiative) pada tahun 2021 mencatat indeks kejahatan terhadap 193 negara yang bergabung sebagai anggota PBB, yang dimana Indonesia tercatat berada di tingkat ke-25 dengan skor 6,38. Sedangkan berdasarkan publikasi BPS tahun 2021, jumlah kejahatan di Indonesia dari tahun 2018-2020 mengalami penurunan. Untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan berdasarkan program SDGs, perlu diketahui jumlah kejahatan pada suatu wilayah, sebab dengan meningkatnya kejahatan berarti semakin rendah tingkat keamanan pada suatu wilayah. Penelitian ini akan memodelan kejahatan menggunakan regresi nonparametrik spline truncated sebab hubungan antara variabel respon yaitu kejahatan dengan kelima variabel prediktor yang diduga mempengaruhi tidak berpola serta terdapat perubahan pola hubungan pada sub interval terntentu. Berdasarkan penelitian, model regresi nonparametrik spline terbaik adalah dengan menggunakan kombinasi titik knot (1,2,1,3,1) dengan menghasilkan koefisien determinasi sebesar 88,28% dan diperoleh tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kejahatan di Indonesia tahun 2020 yaitu variabel laju pertumbuhan penduduk, IPM, dan rata-rata lama sekolah.
Copyrights © 2023