Secara awam, terminal dapat dikategorikan sebagai salah satu ruang layanan publik dan merupakan komponen sistem pengadaan moda yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian secara temporer bagi angkutan umum untuk mengangkut atau menurunkan penumpang serta barang ke tempat tujuan final serta berfungsi menjadi sistem kendali, tempat pengawasan, pengaturan, dan pengelolaan arus jalur penumpang dan/atau kargo. Terminal Bus Anjuk Ladang adalah terminal penumpang tipe B dan merupakan terminal utama terbesar di Kabupaten Nganjuk. Setelah pengelolaan terminal dialihkan kembali kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan telah selesai renovasi pada tahun 2018, desain eksterior maupun interior terminal menjadi semakin modern. Namun desain ini juga memiliki kekurangan, yaitu minimnya identitas yang diterapkan pada desain interior. Terutama pada ruang tunggu penumpang di terminal yang memiliki peran krusial dalam ruang pelayanan publik ini, memiliki alur sirkulasi yang kurang jelas dan desain yang umum.Penulis memperoleh data-data yang diperlukan untuk mendukung perancangan dengan menerapkan metode observasi, wawancara dan studi literatur. Data tersebut dianalisis menggunakan metode analisis data deskriptif kualitatif. Untuk penyelesaian permasalahan, penulis merancang desain interior pada ruang tunggu terminal dengan pengaplikasian budaya Mataraman-Nganjuk. Dengan mengimplementasi kebudayaan lokal Mataraman yang merupakan sejarah terbentuknya Kabupaten Nganjuk sehingga dapat menjadi identitas lingkungan.
Copyrights © 2023