Untuk mengurangi risiko dan dampak banjir di Indonesia, bendungan harus memiliki sistem peringatan dini dan pencegahan banjir. Metode fuzzy digunakan dalam penelitian ini untuk merancang sistem yang dapat secara otomatis memantau dan mengontrol ketinggian air di bendungan. Sistem memanfaatkan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur ketinggian air dan sensor hujan untuk memantau curah hujan. Mikrokontroler ESP32 Devkit V1 memproses data dari kedua sensor dan menampilkannya secara real-time pada layar LCD 16x2 dan aplikasi Blynk berbasis IoT. Motor servo MG996R, yang dikendalikan oleh logika fuzzy, mengontrol buka-tutup kran ball valve. Ini mengatur aliran air dan menjaga ketinggian air tetap di batas aman. Hasil pengujian menunjukkan sistem dapat memantau dan mengontrol ketinggian air dengan baik. Pengujian sistem keseluruhan menunjukkan potensi banjir yang dihasilkan dari defuzzifikasi sangat dekat dengan hasil simulasi Matlab, dengan error rata-rata 7.54%. Misalnya, pada pengujian kelima, rata-rata tren curah hujan sebesar 3.78 mm/detik dan rata-rata kenaikan level air sebesar 0.14 cm/detik menghasilkan potensi banjir 80%, dengan error sebesar 3.03% dibandingkan hasil Matlab.
Copyrights © 2025