Industri baterai memiliki peran strategis dalam mendorong teknologi dan solusi energi berkelanjutan. Sebagai komponen utama kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, industri ini menjadi pilar transformasi menuju masa depan yang lebih hijau. Namun, keberlanjutan sektor ini menghadapi tantangan besar dari sisiregulasi, ekonomi, teknologi, dan lingkungan. Aturan ketat terkait produksi, penggunaan, dan pembuangan baterai dapat meningkatkan biaya operasional dan memengaruhi daya saing. Di sisi lain, volatilitas harga bahan baku dan investasi yang tinggi menjadi kendala ekonomi. Tantangan teknologi, seperti peningkatan efisiensi energi, umur pakai baterai, dan material baru, menambah kompleksitas pengelolaan risiko. Makalah ini mengusulkan kerangka kerja manajemen risiko untuk mendukung pengembangan industri baterai secara berkelanjutan. Kerangka ini mencakup tiga tahapan utama: identifikasi risiko, penilaian dampaknya, dan penerapan langkah mitigasi. Identifikasi bertujuan mengungkap masalah yang menghambat pertumbuhan industri, penilaian membantu memprioritaskan area krusial, dan mitigasi fokus pada solusi untuk meminimalkan dampak negatif. Dengan mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam kebijakan pemerintah, diharapkan stabilitas operasional dan inovasi dapat meningkat. Strategi ini mendukung daya saing dan transisi menuju ekosistem energi yang ramah lingkungan. Kerangka kerja ini menawarkan panduan untuk menghadapi tantangan global sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan di sektor baterai.
Copyrights © 2024