Desa Renda terletak di Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mayoritas penduduk beragama Islam. Pembangunan masjid, mushola, dan langgar banyak dilakukan seiring jumlah masyarakat beragama Islam membutuhkan akses terhadap tempat ibadah. Salah satu dari pengelola tempat ibadah menyampaikan proses pengelolaan kurang efektif seperti manajemen keuangan dan penyampaian informasi keuangan kepada masyarakat secara periodik. Penelitian ini akan menerapkan metode design thinking untuk menghasilkan prototipe pengelolaan data tempat ibadah yang beroritentasi terhadap pengguna. Langkah penelitian meliputi proses empati, pendefinisian kebutuhan, penetapan ide inovasi, pembuatan prototipe, dan pengujian kelayakan. Hasil penelitian ini berupa prototipe pengelolaan data tempat ibadah yang memiliki impresi usabilitas secara positif. Penilaian akhir melalui user experience questionnaire (UEQ) menggunakan skala benchmark mencapai skala daya tarik 2,38, kejelasan 2,47, efisiensi 2,18, ketepatan 2,22, stimulasi 2,18, dan kebaruan 1,83.
Copyrights © 2024