Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejarah kedatukan urung suka piring di Sumatera Timur tahun 1823-1946, dengan fokus pada dinamika politik, sosial, dan ekonomi dalam konteks transformasi kolonial dan lokal. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan empat tahap utama yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kedatukan Urung Suka Piring berperan penting dalam suksesi Kesultanan Deli dan adaptasi terhadap perubahan sosial ekonomi akibat migrasi dan modernisasi. Selain itu, kawasan strategis seperti Kota Maksum, Kesawan, dan Polonia di wilayah Kedatukan Sukapiring mencerminkan perkembangan penting dalam konteks sosial, ekonomi, dan politik pada masa kolonial. Penelitian ini menegaskan pentingnya Kedatukan Urung Suka Piring dalam sejarah Sumatera Timur dan memberikan perspektif komprehensif tentang transisi dari sistem tradisional ke era modern di Indonesia. Simpulan penelitian ini mengungkap bahwa Kesawan, Polonia, dan Maksum di Medan memiliki kontribusi signifikan terhadap sejarah sosial, ekonomi, dan politik di Timor-Leste, khususnya dalam konteks Urung Suka Piring. Kesawan bertransformasi menjadi pusat bisnis modern, sementara Polonia menjadi kota penting dalam sejarah wilayah tersebut. Maksum, kota besar, memengaruhi struktur sosial wilayah tersebut karena pengaruh kolonial dan migrasi. Kata Kunci: Kedatukan Urung Suka Piring, Sejarah.
Copyrights © 2024