Biobriket adalah jenis briket yang dihasilkan dari biomassa berupa material organik. Biji jeruk siam (Citrus reticulata Blanco) merupakan limbah tumbuhan yang kaya minyak nabati, serat, karbohidrat, lignin, serta kadar air yang rendah untuk dijadikan bahan baku pembuatan biobriket. Penambahan phosphogypsum sebagai perekat juga diformulasikan untuk mengurangi kadar air dan mencetak biobriket menjadi padat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan biobriket dari biji C. reticulata dengan formulasi perekat phosphogypsum sebagai energi alternatif terbarukan, dan menentukan formulasi yang tepat untuk menghasilkan biobriket biji jeruk dengan kualitas terbaik. Metode penelitian adalah deskriptif eksperimental. Tahap penelitian meliputi penyangraian (roasting), pembuatan perekat, pengadonan biobriket, dan pengujian sampel. Formulasi adonan biobriket dengan rasio material arang biji jeruk (g), tapioka (g), gypsum (g), dan air (ml) dibuat menjadi tiga sampel, yaitu: biobriket 1 (2:1:1), biobriket 2 (3:2:1), dan biobriket 3 (3:1:2). Hasil penelitian menunjukkan biobriket dari limbah organik biji C. reticulata dengan perekat phosphogypsum berhasil dikembangkan sebagai energi terbarukan. Formulasi biobriket yang tepat dan berkualitas terbaik memiliki perbandingan 2:1:1, dengan karakteristik: kadar air sebesar 1.20%, abu 11.4%, zat terbang 0.85%, karbon bebas 89.45%, nilai kalor 5.74 kal/gr, dan daya bakar 2.55%.
Copyrights © 2024