Studi ini menganalisis pengaruh kualitas tata kelola (governance) daerah dan pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di tingkat kabupaten di Indonesia, pada periode 2015 hingga 2020. Metode yang digunakan adalah two-step GMM, untuk mengetahui hubungan antar indikator tata kelola (SPIP, SAKIP, dan Opini Audit BPK) dan rasio pendapatan asli daerah terhadap total anggaran terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel kontrol seperti pendidikan, jumlah penduduk, dan investasi asing langsung (FDI) juga dipertimbangkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa level SPIP berkorelasi positif dengan pertumbuhan, tetapi skor SAKIP berpengaruh negatif, yang menunjukkan potensi inefisiensi. Kapasitas fiskal daerah, sebagaimana dibuktikan dengan rasio pendapatan asli daerah, merupakan faktor penentu pertumbuhan yang penting. Studi ini juga menemukan bahwa tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan populasi yang lebih besar berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dampak FDI terhadap pertumbuhan tidak signifikan. Studi ini memberikan panduan penting untuk menyempurnakan tata kelola, strategi fiskal, kebijakan pendidikan, dan manajemen demografi guna meningkatkan kemajuan ekonomi di daerah-daerah di Indonesia.
Copyrights © 2024