Implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi beragam tantangan, terutama terkait kompetensi guru dan akses teknologi. Keterbatasan sarana digital di sejumlah sekolah dan kesulitan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi menghalangi efektivitas kurikulum ini. Dalam konteks tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada pengembangan digital storytelling sangat relevan. Program pelatihan ini melibatkan guru-guru SD di Kecamatan Jatibarang dalam penerapan Kurikulum Merdeka menggunakan media digital storytelling sebagai media pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan PKM berjalan baik, dengan tingkat kepuasan peserta yang tinggi. Namun, tes evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta mendapatkan nilai di bawah 50, menunjukkan pemahaman materi yang kurang optimal. Selain itu, terdapat kendala dalam penugasan mandiri, di mana tidak ada peserta yang mengumpulkan tugas. Hal ini mengakibatkan kesulitan dalam menilai sejauh mana pemahaman guru terhadap materi yang telah disampaikan. Dengan ini, diperlukan pendekatan yang lebih efektif untuk mendukung peserta dalam menyelesaikan tugas, serta pertemuan tambahan untuk memaksimalkan potensi guru SD di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.
Copyrights © 2024