Artikel ini membahas pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran untuk memperkenalkan budaya Sumatera Utara, terutama kepada generasi muda yang tumbuh dalam era digital. Di tengah tantangan terbatasnya pemahaman budaya di kalangan masyarakat, teknologi AR menawarkan cara interaktif dan menarik untuk menghadirkan informasi budaya melalui perangkat mobile seperti smartphone. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari enam tahap: Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, dan Distribution. Dengan memanfaatkan teknologi AR, pengguna dapat berinteraksi dengan objek budaya, seperti bangunan bersejarah atau pakaian adat, dalam bentuk 3D, sehingga meningkatkan pemahaman dan minat mereka. Pengujian aplikasi dilakukan dengan metode black box testing dan User Acceptance Testing (UAT), melibatkan siswa dan guru budaya sebagai responden. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini mendapatkan penerimaan yang sangat baik dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 97%, menandakan bahwa aplikasi ini efektif dan dapat meningkatkan minat serta pemahaman budaya. Kesimpulannya, AR dapat menjadi solusi interaktif yang potensial untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Sumatera Utara. Pengembangan lebih lanjut aplikasi ini diharapkan bisa memperluas aksesibilitas informasi budaya kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.
Copyrights © 2024