Impor beras meningkat 613.61% pada 2023 untuk program Raskin/Rastra. Gagal panen beberapa Negara eksportir seperti India, menyebabkan suplai beras di pasar dunia berkurang dan mendorong kenaikan harga hingga 24.54% (yoy) yang ditransmisikan ke harga beras dalam negeri. Akibatnya daya beli masyarakat berkurang, dan meningkatnya rawan pangan, target menurunkan kejadian stunting ke level 14% pada 2024 sulit tercapai. Sejak awal program Raskin/Rastra tahun 2012, pola pangan masyarakat pindah dari pangan local ke beras. Kasus Provinsi Papua, produksi ubi kayu dan ubi rambat tahun 2015 menurun masing-masing (dalam ton) (-63,117.21) dan (-80,808.9) dibanding tahun sebelumnya. Kebutuhan beras Provinsi Papua rata-rata 132,000 ton per tahun, 74% didatangkan dari luar wilayah, dengan biaya distribusi mencapai Rp 125.89 milyar. Pemerintah perlu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras dengan menggeser secara perlahan, dana Raskin/Rastra, ke program pengembangan pangan lokal sesuai keunggulan komparatif masing-masing wilayah.
Copyrights © 2024