Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan metode estimasi biaya konstruksi menggunakan pendekatan parametrik dan bottom-up pada pembangunan Gedung Kelurahan Blitar dan pagar keliling. Gedung ini diklasifikasikan sebagai gedung sederhana berdasarkan Keputusan Walikota Blitar Nomor: 188/284/HK/410.020.3/2023. Metode parametrik digunakan untuk estimasi biaya secara makro dengan memperhitungkan biaya per meter persegi, sementara metode bottom-up dilakukan dengan menghitung setiap komponen pekerjaan secara terperinci. Hasil analisis menunjukkan bahwa estimasi biaya menggunakan metode parametrik menghasilkan total biaya sebesar Rp 6.468.890.000,00, sedangkan metode bottom-up menghasilkan total biaya sebesar Rp 4.200.000.000,00. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode bottom-up lebih tepat digunakan untuk estimasi biaya yang lebih akurat dan mendetail, sementara metode parametrik dapat digunakan untuk estimasi awal.
Copyrights © 2025