Desa Wirun merupakan salah satu desa penghasil kerajinan alat musik tradisional seperti gamelan. Produk kerajinan budaya lokal diketahui sulit bersaing dan menjangkau pangsa pasar yang luas. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pemasaran secara digital. Tujuan pemberdayaan masyarakat ini yaitu menguatkan kapasitas marketing budaya melalui pelatihan digital marketing. Metode penelitian berupa Pemberdayaan Kepada Masyarakat dengan pendekatan Focus Group Discuccion dan intervensi sebagai alternatif solusi berupa pelatihan. Hasil pemberdayaan masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap strategi marketing digital dengan media sosial maupun e-commerce. Pengrajin di Desa Wirun mampu mengelola platform digital yang sesuai untuk mengunggah foto produk kerajinan yang dihasilkan sehingga mampu menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Kegiatan pelatihan digital ini juga menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat agar para pengrajin memiliki kemandirian secara ekonomi. Dengan demikian, diharapkan pengrajin di Desa Wirun dapat memanfaatkan pemahamannya dalam digital marketing untuk menunjang daya saing produk dan keberlanjutan pemasaran produk budaya lokal sehingga dapat dikenal masyarakat luas dalam jangka panjang.
Copyrights © 2024