Di era revolusi industri 4.0, Industri Kecil Menengah (IKM) Kreatif di Kota Jambi menghadapi tantangan dalam adaptasi dan inovasi. Penelitian ini mengintegrasikan strategi pengembangan IKM Kreatif ke dalam kerangka Smart City berkelanjutan menggunakan model Quintuple Helix, yang melibatkan pemerintah, industri, akademia, masyarakat, dan lingkungan, dengan fokus pada teknologi digital. Meskipun pelaku IKM di Kota Jambi telah mengadopsi teknologi digital, penggunaannya masih terbatas, terutama dalam pemasaran melalui media sosial. Penelitian ini menekankan perlunya peningkatan kapasitas teknologi digital, kesadaran tentang Smart City, dan kolaborasi antar-stakeholder. Sebagai studi pertama yang meneliti optimalisasi pengembangan IKM dengan model quintuple helix dan teknologi digital untuk sektor pangan, sandang, dan kerajinan, penelitian ini fokus pada peran masing-masing aktor dalam model tersebut. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan FGD, dengan sampel 100 pelaku IKM. Metode penelitian kombinasi (mixed method) digunakan, termasuk analisis deskriptif dan SWOT. Hasilnya menunjukkan bahwa aktor quintuple helix berperan baik dalam pengembangan IKM untuk Smart City di Kota Jambi. Optimalisasi strategi dengan pendekatan ini penting untuk membangun fondasi ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.
Copyrights © 2024