Wakatobi merupakan salah satu kabupaten dengan pemerintahan yang saat ini sedang dalam upaya untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat. Namun minat baca masyarakat masih dinilai rendah, ditunjukkan dengan kunjungan masyarakat Wakatobi ke perpustakaan umum yang masih rendah. Beberapa faktor penyebabnya adalah koleksi buku serta pemanfaatan teknologi yang masih terbatas, desain perpustakaan yang kurang menarik dan sempit tidak sesuai dengan kebutuhan ruang perpustakaan umum. Hal ini menyebabkan perpustakaan umum di Kabupaten Wakatobi tidak menjadi tempat yang menarik bagi masyarakat untuk berkunjung dan memanfaatkan layanannya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan perencanaan kembali terhadap perpustakaan umum di Kabupaten Wakatobi dengan mengadopsi pendekatan arsitektur perilaku. Pendekatan arsitektur perilaku adalah pendekatan yang mengkaji perilaku manusia dalam memilih atau memanfaatkan suatu bangunan, sehingga desain yang dihasilkan dapat lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode kualitatif dengan arsitektur perilaku sebagai pendekatan. Setting perilaku merupakan salah satu konsep dari arsitektur perilaku yang mengacu pada hubungan pola perilaku dan tatanan lingkungan fisik, sehingga dalam perancangan ini dapat menghasilkan ruang interaksi yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan. Ruang interaksi yang dihasilkan adalah ruang baca yang memenuhi persyaratan setting perilaku berupa kenyamanan, aksesibilitas, legibilitas, teritorialitas dan keamanan.
Copyrights © 2024