Tercatat 1.5 persen dari keseluruhan masyarakat Indonesia adalah penyandang disabilitas tunanetra dengan kondisi tidak dapat melihat sebagian (low vision) ataupun keseluruhan (total blind). Hal tersebut menyebabkan tunanetra memiliki keterbatasan dalam bereksplorasi, bersosialisasi dan belajar. Padahal menurut UU No.8/2016 dan peraturan Kementerian Ristekdikti bahwa penyandang disabilitas harus mendapatkan hak pelayanan dan Pendidikan yang layak. Semakin berkembangnya teknologi dapat menjadi peluang bagi penyandang disabilitas untuk bisa mendapatkan akses pelayanan dan pendidikan yang sama dengan Masyarakat non disabilitas. Penelitian ini berfokus pada pengembangan aplikasi e-surat di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda sebagai sarana mahasiswa disabilitas tunanetra untuk bisa mendapatkan pelayanan administrasi yang mudah sehingga pemerataan pelayanan dapat terimplementasikan pada lingkungan Universitas sebagai tempat Mahasiswa dalam menimba pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode WDLC sebagai metode dalam pengembangan perangkat lunak. Metode WDLC sudah banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi berbasis web. Ide dan konsep perangkat lunak yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam rangka mewujudkan akses pelayanan dan pendidikan yang merata bagi penyandang disabilitas tunanetra khususnya yang berada pada lingkungan Universitas.
Copyrights © 2024