Pekerjaan konstruksi merupakan pekerjaan berisiko tinggi karena memiliki berbagai macam risiko bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat disebabkan karena berbagai faktor, namun 80% kecelakaan kerja disebabkan karena unsafe action. Berdasarkan hasil survei awal terhadap 10 orang pekerja konstruksi pernah terjadi kecelakaan kerja di PT X akibat unsafe action dimana 7 dari 10 pekerja melakukan tindakan unsafe action (70%) yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan (70%) serta kurangnya pengawasan (60%) pada pekerja konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan K3 dan pengawasan dengan unsafe action. Metode yang digunakan merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 85 orang. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dianalisis secara bivariat menggunakan Somers’d dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ordinal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden memiliki pengetahuan K3 kurang (55,3%) dan pengawasan cukup (50.6%) dengan Tingkat unsafe action tinggi (43,5%). Hasil uji korelasi somers’d menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan K3 dengan unsafe action (p = 0,001, r= -0,491) dan juga adanya hubungan signifikan antara pengawasan dengan unsafe action (p =0,001, r = -0,528). Hasil uji regresi logistik ordinal menujukan bahwa pengawasan memiliki kekuatan korelasi lebih besar (wald=17.624) dalam unsafe action dibandingkan pengetahuan K3 (wald=11.119).
Copyrights © 2024