Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses perubahan fonologis bahasa Indonesia yang dituturkan oleh pemelajar BIPA level 4 atau madya. Interferensi fonologi merupakan fenomena yang sering dialami oleh para pemelajar bahasa kedua, salah satunya yang dialami oleh pemelajar BIPA di Kota Mataram. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Responden yang terlibat berasal dari dua negara yang berbeda, yakni Australia dan Thailand. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan fonologis yang bervariasi. Perubahan pelafalan para pemelajar masih dipengaruhi oleh bahasa ibu mereka. Pemelajar dengan bahasa ibu bahasa Inggris menyelipkan bunyi aspirat ketika melafalkan kosakata dalam bahasa Indonesia. Sementara itu, pemelajar yang berasal dari Thailand cenderung menggunakan nada bunyi dan memanjangkan vokal yang berada pada silabel terbuka pertama. Perubahan lain yang juga ditemukan pada pelafalan pemelajar adalah adanya perubahan bunyi vokal, konsonan, dan metatesis.
Copyrights © 2024