Desa Glagah di Banyuwangi terkenal dengan produksi tempe tradisional yang berkualitas tinggi, namun UMKM di desa ini menghadapi tantangan dalam pemasaran produk, seperti kurangnya identitas brand yang kuat, kemasan yang kurang menarik, dan strategi pemasaran yang belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu UMKM tempe di Desa Glagah dengan rebranding, termasuk pembuatan logo baru yang menggabungkan elemen tradisional dan modern, serta penerapan logo pada materi pemasaran digital. Proses rebranding mencakup wawancara, analisis produk dan pasar, desain logo, dan seleksi desain. Hasilnya, rebranding meningkatkan penjualan, brand awareness, dan daya tarik produk, serta memberikan manfaat ekonomi signifikan bagi masyarakat setempat. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan cara melakukan inkulturasi kepada masyarakat desa Glagah Banyuwangi.
Copyrights © 2024