Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya peningkatan kinerja operasional untuk menunjang produktivitas dan tingkat kualitas suatu perusahaan. Kinerja operasional merupakan faktor penting dalam keberhasilan perusahaan. Jika perbaikan berkelanjutan yang berfokus pada alur kerja, standarisasi kualitas, tindakan, manajemen informasi, hubungan pemasok, dan konsumen secara konsisten dipertahankan di semua tingkatan manajemen, hingga karyawan, maka kinerja operasional akan terus meningkat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pengujian dan pemeriksaan akhir Perusahaan Manufaktur yang sering menunjukkan adanya cacat internal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pengendalian Total Quality yang diketahui diterapkan di lingkungan kerja Perusahaaan Manufaktur Bekasi melalui budaya kualitas terhadap kinerja operasional. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner dari 154 responden. Penelitian ini diolah dengan menggunakan teknik Structural Equation Modelling (SEM) dengan menggunakan program software AMOS. Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa variabel total quality management dan budaya kualitas mempunyai pengaruh positif baik langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja operasional perusahaan.
Copyrights © 2024