Pendidikan vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran penting dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri. Namun, SMK sering kali menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan fasilitas dan kurangnya kompetensi guru dalam pengajaran praktik. Di SMK Hang Tuah Batam, jurusan Teknik Tenaga Listrik mengalami kendala berupa kurangnya pemahaman guru tentang sistem pendingin udara (air conditioner/AC) dan ketiadaan media pembelajaran yang memadai. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan penelitian yang berfokus pada pembuatan Trainer Simulator AC sebagai alat bantu belajar. Penelitian ini melibatkan 9 guru dengan pelatihan yang mencakup teori, praktik perakitan Trainer Simulator AC, dan evaluasi. Pelatihan yang dilaksanakan selama 10 hari ini menghasilkan peningkatan signifikan pada kompetensi peserta, khususnya dalam memahami prinsip kerja AC, troubleshooting, dan perakitan sistem pendingin. Selain itu, Trainer Simulator AC yang dirancang digunakan sebagai media pembelajaran interaktif bagi siswa. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta sebesar 10 poin serta tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelatihan. Penerapan Trainer Simulator AC terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru dan mendukung pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan industri.
Copyrights © 2024