Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Vol. 13 No. 2 (2024)

Analisis Semiotika Roland Barthes Gerongan dalam Cakepan Gerongan Ladrang Raja Manggala Laras Pelog Pathet Nem

Suryobintoro, Suryobintoro (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Dec 2024

Abstract

 AbstrakKesenian karawitan adalah salah satu cabang seni yang mediumnya menggunakan suara baik suara0manusia (vokal) maupun suara gamelan yang berlaras slendro dan pelog. Cakepan pada gerongan pada umumnya menggunakan sekar macapat atau sekar lain, yang penyajianya menyesuaikan gending yang disajikan. Bahasa Jawa yang dimanfaatkan untuk ekspresi seni dalam pedalangan adalah adanya pemakaian potensi bunyi atau persajakan (purwakanthi), afiksasi dan penggunaan kata-kata arkhais, gaya bahasa, serta kekhasan struktur sintaksis. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan semiotik Roland Barthes. Semiotika adalah metode pemaknaan terhadap objek linguistik, teks, non teks yang berkaitan dengan tanda. Gendhing kurmat dalem adalah gendhing khusus yang disajikan pada saat Ngarsa dalem miyos atau hadir. Dalam cakepan gerongan atau syair tersebut pada intinya adalah memuji Sultan dan mengharapkan sultan selalu diberi Kesehatan dan keselamatan, serta memimpin rakyat Yogyakarta dengan sebaik-baiknya. Kata kunci: Gerongan, Raja Manggala, Semiotika, Roland Barthes  AbstractKarawitan is a branch of musical art whose medium uses both sound and voice humans (vocals) and the sound of a harmonized. Cakepan or sentence generally use macapat or another tembang, whose presentation adjusts the music presented. The Javanese language that is used for artistic expression in puppetry is the use of sound or rhyme potential (purwakanthi), affixation and use of archaic words, language style, as well as the peculiarities of syntactic structure. This qualitative research uses the ethnographic method with the semiotic approach of Roland Barthes. Semiotics is a method of interpreting linguistic objects, texts, non-texts related to signs.The honor of the house is a special gendhing that is served at the timeBefore the house was born or present. Inclose up roar or the poem basically is praising the Sultan and hoping that the sultan will always be given health and safety, and lead the people of Yogyakarta as well as possible. Keywords: Gerongan, Raja Manggala, Semiotic, Roland Barthes

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

ikadbudi

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and ...