Penelitian ini mengkaji strategi pengelolaan limbah ternak sapi di Desa Suruh Kalong, Tasikmadu, yang berpotensi mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Melalui pendekatan kualitatif, data diperoleh dari wawancara, pengamatan, dan dokumen resmi. Temuan menunjukkan bahwa limbah ternak dapat diolah menjadi biogas dan pupuk cair organik, meskipun terdapat kendala teknis, keterbatasan pelatihan, rendahnya partisipasi masyarakat, dan akses pasar yang terbatas. Dukungan pemerintah dan lembaga eksternal diperlukan untuk menyediakan teknologi, pelatihan, dan kebijakan yang mendukung optimalisasi pengelolaan limbah. Partisipasi masyarakat, pengembangan jaringan pemasaran, dan penguatan teknologi sangat diperlukan untuk memperluas manfaat ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan wilayah sempit, minimnya data kuantitatif, serta ketergantungan pada faktor eksternal, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut untuk replikasi program.
Copyrights © 2025