Praktik kolaborasi interprofesi dapat meningkatkan keoptimalam pemberian pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), namun hingga saat ini praktik kolaborasi interprofesi masih belum terimplementasikan dengan baik. Hal tersebut memberi dampak pada pelaksanaan tugas tenaga kesehatan yang tumpang tindih dan tidak menutup kemungkinan mempengaruhi respond time pasien di IGD. Sikap perawat dalam menjalankan praktik kolaborasi interprofesi merupakan salah satu hal fundamental yang menentukan praktik kolaborasi interprofesi berjalan dengan baik atau buruk. Hasil penelitian sebelumnya tentang hubungan sikap perawat dan praktik kolaborasi interprofesi di Kota Samarinda masih sangat terbatas dan masih sedikit penelitian mengenai komponen yang ada pada sikap perawat. Penelitian ini bertujuan utnuk mengetahui sikap perawat dengan praktik kolaborasi interprofesi di ruang IGD Samarinda. Desain penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ialah seluruh perawat di ruang IGD salah satu rumah sakit di kota Samarinda dengan sampel 54 perawat IGD. Variabel yang digunakan terdiri dari variabel dependen (Praktik kolaborasi interprofesi) dan variabel independen (Sikap perawat). Pengumpulan data dengan metode angket menggunakan kuesioner kuesioner The Jefferson Scale of Attitudes Toward Physician Nurse Collaboration (JSAPNC) dan kuesioner Collaborative Practice Assesment Tool (CPAT) kemudian dilakukan uji statistik dengan uji korelasi Kendall Tau. Hasil uji statistik kendall tau ialah P-value = 0,015 < α = 0,05, terdapat hubungan sikap perawat dengan praktik kolaborasi interprofesi di ruang IGD Samarinda dengan korelasi positif dan kekuatan hubungan yang lemah. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengikutsertakan tenaga medis dan tenaga kesehatan lain yang terlibat di pelayanan kesehatan sebagai responden.
Copyrights © 2024